Senin, 08 Agustus 2016

Lirik Justin Bieber- Where Are You Now

Lirik Lagu Where Are You Now - Justin Bieber

Uhhohhh yeah
Where are you now
When I need you the most
Why don't you take my hand
I want to be close

Help me when I am down
Lift me up off the ground
Teach me right from wrong
Help me to stay strong

So,take my hand and walk with me,
Show me what to be
I need you to set me free

Where are you now...

Where are you now
Now that I'm half grown
Why are we far apart
I feel all alone

Where are you now
When nothing is going right
Where are you now
I can't see the light

So take my hand and walk with me
Show me what to be
I need you to set me free, yeah yeah

I need you, to need me
Can't you see me,
How could you leave me
My heart is half empty
Im not whole when your not with me
I want you here with me
To guide me, hold me, and love me now

Where are you now.... ohhhh...

Where are you now..oooo
So take my hand and walk with me
Show me what to be
I need you to set me free, yeah yeah

Ohhh....where are you now....oh...yeah...yeah...oh oh yeaahhh....

Resep Pempsk Asli Palembang



Resep Membuat Pempek Palembang Asli Sangat Enak - salah satu sajian kuliner nusantara yang sangat di nikmati dalam kesehariannya. Selain jadi menu andalan buat jajan tapi makanan pempek bisa mengenyangkan karena terbuat dari bahan-bahan yang padat akan karbohidrat. Apalagi jika makan pempek jenis kapal selam karena ada isi telur, pasti makan satu saja sudah kekenyangan.


Ada beberapa jenis macam pempek seperti pempek kulit, pempek adaan yang berbentuk bulat-bulat, lenjer dan masih banyak lainnya. Ketika anda mencoba membuatnya sendiri dirumah ada sensasi yang berbeda dari pada beli yang sudah jadi. Di kalimantan tepatnya kota kandangan ada penjual pempek yang sukses dan sangat disukai orang pempek buatannya. Meskipun asal palembang namun makanan ini pas buat lidah semua masyarakat indonesia untuk segi rasanya.

resep pempek

Resep Pempek

Sediakan terlebih dahulu bahan pempek seperti berikut.
- 300 gram ikan tenggiri, haluskan
- 1/4 sdt penyedap rasa
- 2 sdt garam
- 1 siung bawang putih, haluskan
- 250 mili liter air
- 125 gram tepung terigu, berprotein sedang
- 2 butir telur
- 1 sdt gula pasir
- telur untuk isian
- 200 gram tepung tapioka/sagu

Sediakan bahan cuka nya juga agar lebih enak
- 50 gram air asam jawa
- 2 sdm ebi kering yang dihaluskan
- 250 gram gula merah/aren
- cabai rawit haluskan, jumlahnya sesuaikan dengan selera tingkat pedas anda
- 200 gram bawang putih iris dan cincang halus
- 1 liter air
- buah timun, kupas dan potong kecil-kecil

Membuat cukanya seperti ini
  1. Rebus air bersama asam jawa, gula merah. tunggu hingga mendidih.
  2. Jika sudah mendidih masukkan cabe rawit, garam, bawang putih. Aduk hingga semuanya tercampur rata.
  3. Terakhir angkat dan campurkan dengan ptongan buah timun.

Cara membuat pempek khas palembang
  1. Pertama-tama didihkan air dan tambahkan garam, penyedap rasa, bawang putih, tepung terigu, gula pasir. Aduk hingga merata dan adonan jadi kental banget. Lalu dinginkan.
  2. Jika sudah dingin tambahkan telur dan ikan tenggiri, uleni hingga adonan terasa lembut dan halus.
  3. Kemudian tambahkan tepung sagu dan aduk rata, uleni secara perlahan saja dan jangan biarkan tepung sagunya tercampur rata. Jika terasa lengket dan susah dibentuk maka tambahkan sedikit tepung sagu lagi agar adonan mudah di bentuk.
  4. Panaskan air untuk merebus, lalu ambil adonan empek-empuk, bentuk menjadi bulat pipih dan isi telur. Kemudian bentuk seperti layaknya pempek kapal selam.
  5. Masukan adonan tersebut ke dalam air yang sudah mendidih, rebus hingga mengapung dan terasa matang adonan serta isi telurnya. Angkat dan tiriskan.
  6. Goreng adonan saat anda ingin menyajikannya, karena lebih enak saat panas-panas dan menyantapnya lebih sedap dengan cuka.

Asal Usul Pempek

Pempek Kapal Selam dan Kriting disirami Kuah Cuko.
Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saatSultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina sedangkan "koh", yaitu sebutan untuk lelaki muda keturunan Cina.
Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek … apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.[1]
Namun cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut karena singkong baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad 16. Selain itu velocipede (sepeda) baru dikenal di Perancis dan Jerman pada abad 18. Selain itu Sultan Mahmud Badaruddin baru lahir tahun 1767. Juga singkong sebagai bahan baku sagu baru dikenal pada zaman penjajahan Portugis dan baru dibudidayakan secara komersial tahun 1810. Walaupun begitu sangat mungkin pempek merupakan adaptasi dari makanan Cina seperti baso ikan, kekian ataupun ngohyang.
Pada awalnya pempek dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.
Pada perkembangan selanjutnya, digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti TenggiriKakap Merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah. Juga sudah ada yang menggunakan ikan dencis , ikan lele serta ikan tuna putih.

Legenda Sungai Musi

Legenda Sungai Musi Palembang

PALEMBANG, Alkisah pada zaman dahula kala dimana hubungan antara satu wilayah dengan yang lainnya bahkan antar dunia adalah melalui transportasi laut dan sungai , menggunakan kapal dan perahu layar . menjadi jalur perdagangan dan juga para bajak laut atau di sebut lanun terbiasa melintasi daerah – daerah baru . di kisahkan kan lah ada para bajak laut dari negeri china yang terdiri dari tiga perahu l layar , berlayar ke selat bangka . Kawanan perompak ini di pimpin seorang kapitan , mereka tertarik ketika melewati muara sungai musi palembang , terutama karena lebar nya , kapitan penasaran dengan sungai ini dan mencoba mencari nama dan informasi sungai ini di peta , tapi ternyata informasi dan nama sungai tidak ada di dalam peta .
Para perompak itu melihat banyak perahu dan tongkang datang dari hulu sarat dengan muatan hasil bumi ,mereka meyakini di hulu sungai pastilah wilayah dengan tanah yang subur , mereka bermufakat dan membentuk kelompok kelompok untuk mejelajahi wilayah hulu .
Ada kelompok mereka yang sampai di dataran rendah gunung dempo , daerah lahat palembang . mereka begitu terkagum kagum melihat begitu suburnya tanah di daerah tersebut , sayur mayur yg segar , tanaman kopi di tanah yg luasnya menghutan dengan buah yang besar besar , begitu juga dengan cengkeh , kayu manis dan tanaman bumi lainnya .
Kelompok yang lain menjelajah wilayah lain yaitu wilayah muara enim sekarang , sama hal nya kelompok ini juga terkagun kagum dengan dengan tanaman rempah rempah yang subur dan hasil bumi berupa batu bara yang muncul di permukaan tanah . sementara itu di wilayah lain , kelompok yang sampai di daerah ranau begitu takjub melihat tembakau pun tumbuh di sana .
Pada akhirnya sang kapitan pun begitu tertarik dengan wilayah sumatera selatan yang berpusat di sungai musi palembang , dia pun memtuskan untuk tinggal lama di kota palembang . Dia memberi tanda melingkari daerah sumatera selatan di peta seraya berkata : “kita sekarang berada di daerah ini , dan ternyata daerah ini belum ada namanya di peta , sudah ku pikir – pikir kita akan menamakan daerah ini Mu Ci ( dalam bahasa tua cina HAN , Mu Ci berarti ayam betina , dan mu ci adalah nama bagi dewi ayam betina yang memberikan keberuntungan pada manusia )“
Seseorang dari kawanan perompak itu bertanya “ kenapa tuan memberi nya nama mu ci ?”
“ Bukankah mu ci ( ayam betina ) adalah makhluk yeng memberikan keuntungan untuk manusia ? sekali bertelur belasan butir , telur adalah sumber makanan dan rezeki . daerah pun subur bahkan luar biasa suburnya , hasil rempah rempah nya bermutu tinggi , ada tamang batu bara emas dll . maka daerah ini layaklah di sebut mu ci , karena tanah nya begitu kaya raya memberikan banyak keberuntungan bagi manusia “
Semenjak saat itu sang kapitan menuliskan mu ci di peta nya untuk menamai wilayah sungai musi palembang , dari sang kapitan tersebar keberadaan wilayah ini dan juga nama mu ci sesuai yg tertulis di peta nya .
Dan selajutnya sama seperti banyak kisah lain di dunia ini ketika sebuah nama atau penyebutan berubah dari asli nya , sama seperti legenda palembang yg berasal dari kata pai lim bang berubah dari mulut ke mulut beratus tahun menjadi kata Palembang . seperti ini lah juga mungkin kata mu ci berubah dari mulut ke mulut selama beratus tahun berubah menjadi MUSI untuk menunjuk daerah sungai yg ada di kota palembang yaitu sungai musi palembang .
pada akhirnya kisah ini adalah legenda yang belum tentu benar adanya , yang jelas ini adalah salah satu kisah dari banyak kisah lainnya mengenai sungai musi palembang , tak apa lah bagi kita untuk sekedar lebih memahami akan begitu kaya nya provinsi sumatera selatan dengan sungai musi palembang sebagai sumber kehidupan nya . semoga semakin mencintai dan bersyukur dengan tanah air kita , kota palembang .

Apa tuntutan pemberontakan DI-TII di Jawa Barat?

Tuntutan mereka adalah membuat hukum yang berlaku menjadi Hukum Islam", lebih jelas lagi dalam undang-undangnya dinyatakan bahwa "Negara berdasarkan Islam" dan "Hukum yang tertinggi adalah Al Quran dan Hadits". Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban negara untuk membuat undang-undang yang berlandaskan syari'at Islam, dan penolakan yang keras terhadap ideologi selain Alqur'an dan Hadits Shahih, yang mereka sebut dengan "hukum kafir", sesuai dalam Qur'aan Surah 5. Al-Maidah, ayat 50.

Asal Usul Danau Toba

Danau Toba dengan panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer merupakan danau terbesar di Indonesia. Danau yang di tengahnya terdapat Pulau Samosir ini terletak di Provinsi Sumatra Utara. Menurut cerita, danau vulkanik ini dahulu merupakan sebuah aliran sungai. Namun karena terjadi sebuah peristiwa yang luar biasa, aliran sungai tersebut berubah menjadi danau. Peristiwa apakah yang terjadi sehingga aliran sungai itu berubah menjadi danau? Ikuti kisahnya dalam ceritaAsal Mula Danau Toba berikut ini.
* * *
Alkisah, di daerah Sumatra Utara, Indonesia, hiduplah seorang pemuda pengembara. Ia mengembara ke berbagai negeri. Pada suatu hari, sampailah ia di sebuah tempat yang alamnya indah dan subur. Di sekitar tempat itu terdapat sebuah sungai yang jernih airnya. Pemuda itu tertarik untuk menetap di tempat itu. Akhirnya, ia pun membangun sebuah rumah sederhana tidak jauh dari sungai. Rumah itu terdiri dari sebuah kamar tidur dan sebuah ruang dapur untuk memasak.

Usai mendirikan rumah, pemuda itu segera mencari sebidang tanah yang subur untuk ia tanami berbagai jenis tanaman seperti umbi-umbian dan sayur-sayuran. Setelah menemukan tempat yang cocok, ia pun mulai membuka lahan dengan menebangi pohon-pohon besar dan membabat semak-semak belukar. Setiap kali pulang ke rumahnya, ia selalu membawa kayu bakar dan menyimpannya di kolong rumahnya untuk digunakan memasak sehari-hari. Selain berladang, pemuda itu pergi ke sungai untuk memancing ikan untuk dijadikan lauk.
Pada suatu hari, sepulang dari ladangnya, pemuda itu pergi ke sungai memancing ikan. Sesampainya di sungai, ia pun segera melemparkan pancing ke tengah sungai. Sudah cukup lama ia memancing, tapi tak seekor ikan pun yang menyentuh umpannya. Berkali-kali ia mengangkat dan melemparkan kembali pancing ke sungai, namun belum juga ada ikan yang memakan umpannya.
“Aneh! Kenapa tidak seekor ikan pun yang menyentuh umpanku? Padahal biasanya setiap aku melemparkan pancingku ke sungai langsung disambar ikan. Apakah ikan di sungai ini sudah habis?” pikirnya dalam hati.
Beberapa saat kemudian, pemuda itu mencoba sekali lagi menarik dan melemparkan kembali pancingnya agak ke tengah sungai. Tetapi, tetap saja belum membuahkan hasil. Akhirnya ia memutuskan untuk berhenti memancing. Namun, ketika hendak menarik pancingnya, tiba-tiba seekor ikan menyambarnya. Setelah beberapa saat membiarkan pancingnya ditarik ikan itu ke sana kemari, ia pun menariknya dengan pelan-pelan.
“Aduuuh, berat sekali! Ini pasti ikan besar yang menarik pancingku,” pikir pemuda itu.
Ternyata benar. Setelah dengan susah payah pemuda itu menarik pancingnya hingga ke tepi sungai, tampaklah seekor ikan besar tergantung dan mengelepar-gelepar di ujung tali pancingnya. Dengan cepat, ia mengangkat pancingnya agak jauh ke darat agar tidak terlepas ke sungai. Alangkah senang hati pemuda itu, karena baru kali ini ia mendapatkan ikan sebesar itu. Saat ia melepas mata pancingnya, ikan itu menatapnya dengan penuh arti. Ia merasa tatapan mata ikan itu bagai tatapan mata seorang gadis yang jatuh hati kepadanya. Namun, pemuda itu berpikir bahwa tidak mungkin seekor ikan bisa jatuh hati kepadanya. Dengan perasaan gembira, ia pun segera memasukkan ikan itu ke dalam keranjang ikan. Setelah itu, ia bergegas pulang ke rumahnya sambil tersenyum membayangkan betapa lezatnya daging ikan besar itu jika dipanggang.

Sesampainya di rumah, pemuda itu langsung membawa ikan itu ke dapur. Ketika hendak memanggang ikan itu, ternyata persediaan kayu bakar telah habis. Ia pun segera keluar mengambil kayu bakar di kolong rumahnya. Alangkah terkejutnya ia setelah kembali ke dapurnya. Ikan yang tersimpan di keranjangnya sudah tidak ada lagi.
“Di mana ikanku? Bukankah tadi dia masih di keranjang ini?” gumam pemuda itu dengan heran.
Ketika memeriksa wadahnya, pemuda itu melihat beberapa keping uang emas. Ia pun semakin heran dan bingung.
“Aneh! Kenapa ada kepingan uang emas di sini? Siapa yang menaruhnya?” gumamnya lagi.
Dengan perasaan bingung, pemuda itu mengambil kepingan uang emas itu dan hendak menyimpannya di kamar. Betapa terkejutnya ia saat membuka pintu kamarnya. Ia melihat seorang gadis sedang berdiri di depan cermin sambil menyisir rambutnya yang panjang terurai. Ketika gadis itu membalikkan badan dan memandangnya, darah pemuda itu langsung tersirap melihat kecantikannya. Selama bertahun-tahun mengembara ke berbagai negeri, baru kali ini ia melihat gadis secantik dia.
“Hai, siapa kamu? Kenapa bisa berada di dalam kamarku?” tanya pemuda itu heran.
Gadis itu bukannya menjawab pertanyaan si pemuda, tetapi ia malah mengajaknya agar menemaninya ke dapur. Tanpa berkata sedikitpun, pemuda itu menuruti pemintaan sang Gadis. Sesampainya di ruang dapur, gadis itu langsung mengambil beras untuk dimasak. Sambil menunggu nasi matang, gadis itu pun bercerita kepada si pemuda.
“Maaf Tuan, jika kehadiran hamba di sini telah mengusik ketenangan Tuan. Sebenarnya hamba adalah penjelmaan dari ikan yang Tuan bawa dari sungai tadi. Sedangkan kepingan uang emas yang ada di wadah itu adalah penjelmaan sisik hamba,” kata gadis itu.
Sang Pemuda seakan-akan tidak percaya dengan perkataan gadis itu. Tetapi apa yang dihadapinya itu adalah kenyataan, bukan hanya mimpi belaka. Belum sempat ia berkata apa-apa, si gadis kembali angkat bicara.
“Jika Tuan berkenan, bolehkah hamba tinggal bersama Tuan di sini?” pinta gadis itu.
“Dengan senang hati, Putri!” jawab pemuda itu.
Akhirnya, gadis itu pun tinggal di rumahnya. Setelah beberapa minggu hidup bersama, pemuda itu melamarnya untuk dijadikan istri.
“Baiklah, Tuan! Hamba menerima lamaran Tuan, tapi Tuan harus memenuhi satu permintaan hamba,” kata gadis itu.
“Apakah permintaanmu itu, Putri?” tanya pemuda itu.
“Tuan harus berjanji untuk tidak menceritakan asal usul hamba sebagai penjelmaan ikan kepada siapa pun,” pinta gadis itu.
“Baiklah, saya terima permintaanmu. Saya bersumpah tidak akan pernah mengungkit asul-usul, Putri,” kata pemuda itu.
Setelah pemuda itu mengucapkan sumpah, keduanya pun menikah. Setahun kemudian, mereka pun dikaruniai seorang anak laki-laki yang tampan. Mereka merawat dan membesarkan anak itu dengan perhatian dan kasih sayang. Namun karena kasih sayang yang berlebihan, anak itu menjadi anak yang manja dan pemalas.
Ketika anak itu beranjak remaja, ibunya sering menyuruhnya mengantarkan makanan dan minuman untuk ayahnya yang sedang bekerja di ladang. Namun anak itu selalu menolak perintah ibunya, sehingga terpaksalah ibunya yang harus mengantar makanan itu.
Pada suatu hari, sang Ibu sedang merasa tidak enak badan. Ia pun menyuruh anaknya agar mengantarkan bungkusan yang berisi nasi dan ikan panggang untuk ayahnya. Mulanya anak itu menolak, namun karena sang Ibu terus memaksanya, akhirnya dengan perasaan kesal anak itu mengantar makanan itu. Di tengah perjalanan, tiba-tiba anak itu merasa lapar. Ia pun berhenti dan membuka bungkusan itu. Dengan lahapnya, ia memakan sebagian nasi dan lauknya hingga yang tersisa hanya sedikit nasi dan daging ikan yang menempel di tulang. Setelah kenyang, ia pun membungkus kembali makanan itu dan melanjutkan perjalanan menuju ke ladang. Sesampainya di ladang, ia segera menyerahkan bungkusan itu kepada ayahnya.
“Wah, kamu memang anak yang rajin, Anakku!’ puji sang sambil tersenyum.
Sang Ayah yang sudah kelaparan segera membuka bungkusan itu. Alangkah terkejutnya ia saat melihat isi bungkusan itu yang hanya sisa-sisa. Hatinya yang semula senang dan gembira, tiba-tiba berubah menjadi kesal dan marah.
“Hai, kenapa isi bungkusan ini hanya sisa-sisa?” tanya sang Ayah dengan wajah memerah.
“Maaf, Ayah! Di perjalanan tadi saya sangat lapar, jadi saya makan sebagian isi bungkusan itu,” jawab sang Anak.
Mendengar jawaban itu, kemarahan sang Ayah pun semakin memuncak. Ia pun memukul anaknya sambil berkata, “Dasar anak tidak tahu diuntung! Kamu memang benar-benar anak keturuan ikan!”
Sambil menahan rasa sakit dipukuli, anak itu bertanya kepada ayahnya, “Apa maksud Ayah? Kenapa mengatakan aku anak keturunan ikan?”
“Asal kamu tahu saja, ibumu adalah penjelmaan seekor ikan,” jawab Ayahnya.
Mendengar jawaban ayahnya, anak itu segera berlari pulang ke rumahnya sambil menangis. Sesampainya di rumah, ia pun langsung mengadu kepada ibunya.
“Ibu..., Ibu...! Ayah memukulku dan mengatakan aku anak keturunan ikan,” kata anak itu.
Sang Ibu sangat sedih mendengar pengaduan anaknya itu, karena suaminya telah melanggar sumpahnya dengan kata-kata cercaan yang mengungkit asal asulnya. Seketika itu pula ia menyuruh anaknya agar naik ke puncak bukit.
“Anakku! Naiklah ke puncak bukit itu dan panjatlah pohon yang paling tinggi!” seru sang Ibu sambil meneteskan air mata.
Tanpa banyak tanya lagi, anak itu pun segera berlari ke atas bukit yang tidak jauh dari rumah mereka. Ketika anak itu sampai di lereng bukit, sang Ibu pun segera berlari menuju ke sungai. Saat ia berada di tepi sungai, cuaca yang semula cerah, tiba-tiba berubah menjadi gelap gulita. Langit bergemuruh disusul petir menyambar-nyambar yang disertai dengan hujan yang sangat deras. Pada saat itulah, sang Ibu segera melompat ke dalam sungai dan tiba-tiba berubah menjadi seekor ikan besar. Tak berapa lama kemudian, sungai itu banjir dan airnya meluap ke mana-mana, sehingga tergenanglah lembah tempat sungai itu mengalir. Lama kelamaan, genangan air itu semakin meluas dan akhirnya berubah menjadi sebuah danau yang sangat besar. Oleh masyarakat setempat, danau itu dinamakan Danau Toba.

Resep Oreo Goreng

  • Bahan-Bahan Membuat Oreo Goreng

Adapun bahan-bahan yang harus Anda siapkan dalam membuat cemilan lezat dan praktis ini adalah:
  • Tepung terigu sebanyak 125 gram;
  • Biskuit oreo sebanyak 1 bungkus;
  • Baking powder sebanyak 1 sendok teh;
  • Gula halus sebanyak 1 sendok makan;
  • Telur ayam sebanyak 1 butir;
  • Susu cair sebanyak 250 ml; dan
  • Minyak goreng secukupnya.
  • Langkah-Langkah Membuat Oreo Goreng

Adapun cara membuat cemilan ini adalah
  • Terlebih dahulu, masukkan oreo ke dalam lemari es selama 3 jam. Hal ini untuk membuat krim oreo menjadi keras dan tidak mudah lepas saat digoreng;
  • Sambil menunggu krim oreo menjadi keras, mulailah untuk membuat adonan sebagai pelapis oreo;
  • Pertama-tama, masukkan tepung terigu, telur, baking powder, gula halus dan susu ke dalam wadah;
  • Setelah semua bahan tersebut masuk ke dalam wadah, aduklah semua bahan tersebut hingga rata;
  • Setelah bahan rata, masukkan oreo satu demi satu ke dalam adonan hingga semua oreo tertutupi oleh adonan;
  • Sambil menunggu oreo tertutupi dengan bahan, panaskan minyak dengan menggunakan api sedang di atas wajan;
  • Setelah minyak sudah mulai panas, angkatlah oreo satu persatu dan masukkan ke dalam minyak;
  • Setelah itu, gorenglah oreo bersama dengan adonan hingga berwarna kecoklatan;
  • Setelah oreo berwarna kecoklatan, angkat dan tiriskan.
Oreo goreng siap untuk disantap.